isra mikraj

Sebenernya tulisan ini masih ada hubungannya dengan post saya yang mengenai Empati, yep… maksud menjadi saksi ini adalah dengan ikut merasakan betapa mulianya event ini… saat dimana Rasulullah SAW berhadapan langsung [tanpa perantara] dengan penciptanya Allah SWT. Di post saya mengenai Empati saya menyebutkan suatu Trik merasakan apa yang orang rasakan dengan meniru Gesturenya, nah kalau mau merasakan Dashyatnya even Isra Mi'raj berarti kita harus meniru siapa dong??? Siapa saksi mata kejadian ini??? Yah… tentu saja para Malaikat yang walau pun mereka hanya melihat kejadian ini di luar Sidratul Muntaha.

 

Bagai kita bisa mengetahui seperti apa perasaan mereka pada saat itu??

Jawabannya ada di kegiatan yang setiap hari kita lakukan sebanyak 9 kali sehari….

YEP! Jawabannya ada pada duduk Tasyahud awal dan Akhir……

 

Oleh karenanya…. tahukah anda kenapa pada gerakan Shalat yang satu ini [awal dan akhir] terdapat suatu fitur tambahan yaitu jari telunjuk kanan menunjuk dan digerak-gerakkan kan sambil kita menatap kearah ujung jari tersebut ?

[ gerakan shalat ini di riwayatkan oleh Muslim, Abu ’Awanah dan Ibnu Khuzaimah (mengenai telunjuk menunjuk dan melihat ke ujung jari tersbut) dan Ahmad, Bazzar, Abu Ja’far, Bukhtari, Ibnu Abi Syaibah, Nasa’i dan Baihaqi (mengenai telunjuk yang di gerakkan)

Mengapa??

...

 

Ini bukannya gerakan yang sia-sia... Abu Ya’la memberikan tambahan pada Hadits Riwayat dengan sanad shahih dari Ibnu ’Umar: ”Menggerakkan telunjuk ini sebagai pengusir setan. Seseorang tidak akan menjadi lupa selama dia menggerakkan telunjuknya”

 

kenapa kok kayaknya Rasulullah SAW menginginkan supaya kita sebisa mungkin Khusyuk di bagian Shalat yang satu ini?? Apa yang penting didalamnya??? Subhanallah kerena dalam bagian shalat yang satu ini ada suatu penggalan kisah sakral yang diabadikan dalam subeha bacaan Tasyahud ... bukti nyata bahwa memang tiada tuhan seklain Allah dan Rsulullah SAW adalah utusan Allah.

Ceritanya begini...

[berdasarkan bacaan tasyahud dari shahih H.R. Bukhari, Muslim, Ibnu Abi syaibah, Siraj, Abu Ya’la]

Pada malam itu Jibril mengantar Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. dan karena Jibril tidak di perkanankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka ia pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan tanpanya…

 

Rasulullah melanjutkan…. iya berjalan perlahan sambih terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah….. kemudia is pun tiba di hadapan Arsy[singgasana Allah]

 

Saat ini lah pertama kalinya Rasulullah betatap muka, berbincang secara langsung dengan Allah SWT.

[ saya membayakannya atmosfernya seperti ketemu sama pacar setia yang Longdistance, setelah bertahun2 contact hanya pake sms dan Email akhirnya ketemu dan masih saling percaya dan saling cinta]

 

Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi sapaan penghormatan kepada Allah SWT:

”Semua ucapan penghormatan, pengagungan, dan pujian hanyalah milik Allah.”

 

Kemudian Allah SWT membalas sapaannya:

”Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya”

 

Rasulullah SAW mambalas:

”Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih.”

Bacalah percakapan mulia itu sejkali lagi… itu adalah percakapan sang tuhan dan Hambanya, Sang pencipta dan ciptaannya… dan mereka saling menghormati satu sama lain…menghargai satu sama lain…. dan lihat betapa Rasulullah mencintai kita umatnya… bahkan ia tidak lupa dengan kita ketika ia di hadapan Allah….

 

Melihat ini Para malaikat yang berada di luar Sidratul Muntaha tergetar… terkagum2 betapa mulianya Allah… betapa mulianya Muhammad…. dan kemudian para malaikat pun mengatakan dengan keyakinan penuh:

”Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah… dan Kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasulnya”

 

Pada saat ini adalah kesempatan kita ikut merasakan kekaguman para malaikat menyaksikan kejadian ini…. merasakan getarannya…..merasakan betapa mulianya Allah dan Muhammad…. ketika kita membaca bacaan tasyahud…. rasuki benar-benar tiap-tiap kalimat…lepas perasaan kita….kalaukita menangis kagum….itulah Allah yan mengkaruniai kita dengan air mata….

 

Jadilah saksi kejadian ini…mungkin bukan saksi mata… melainkan saksi nurani……

 

 

J semoga bermanfaat nih….dan semoga ’tergetarrr’

Satu Tanggapan ke “Menjadi saksi Isra Mi’raj.”

  1. idham berkata

    yang menarik apakah terjadi dialog dengan bahasa seperti manusia?menurut saya mungkin tidak terjadi dialog bahasa seperti manusia,tapi bahasa Tuhan dengan Nabi Muhammad SAW,yang setelah terjadi peristiwa tersebut Nabi menceritakan kembali dengan bahasa manusia,karena Allah tidak berbicara seperti manusia berbicara…

Tinggalkan Balasan